Tuhan Aku Ingin..

poem 2 Comments »

*Sekian lama nyari, akhirnya dapet juga nih puisi.. Puisi favorit dari jaman SD niih.. hihihi… *

Oleh: J.E. Tatengkeng

Aku ingin seperti bumi dan rembulan
yang saling berbagi menerima sinar surya
tapi aku sering memonopoli semua perhatian
tanpa menyisakan sedikit bagi yang membutuhkan

Aku ingin bagai oase di tengah gurun
siap melayani musafir yang dahaga
tapi aku sering bagaikan lautan
yang tetap merasa kekurangan hingga perlu dialiri sungai

Aku ingin bagaikan pelangi di musim hujan
yang sederhana, menghias suramnya langit
tapi aku selalu menjadi awan kelabu
yang pekat, menggantung di hati semua

Tuhan, aku tidak ingin seperti-Mu
yang sempurna dalam segala hal
aku hanya ingin engkau berkenan
memberi aku kemampuan mengikuti teladan-Mu

Aku sayang Bapak

curhat No Comments »
Bapakku itu orang baik, bahkan orang paling baik yang pernah aku temui, dan aku bersyukur memlikinya. Sayangnya, selama lebih dua puluh tahun ini kami tinggal terpisah. Aku dan kedua adikku tinggal bersama ibuku di rumah nenek, sedang bapakku harus tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Aku baru tahu bahwa sebuah keluarga yang tinggal terpisah seperti itu merupakan aib, suatu hal yang tak baik, mengundang pemikiran negatif atau apapun namanya itu bagi sebagian orang. Selalu tanggapan kurang enak yang aku terima acap kali tanpa atau dengan sengaja aku bercerita bahwa aku, kedua adikku dan ibuku tinggal terpisah dari Bapak.

“Oh, orang tuamu sudah bercerai yah?
atau
“Lho kok gitu? Bapakmu kawin lagi yah?
Apa tidak tinggal serumah bersama keluarga yang utuh itu benar-benar merupakan suatu aib yang sangat memalukan? Ironis dengan apa yang mereka pikirkan, aku justru merasa sangat beruntung mempunyai sebuah keluarga yang masih utuh, hangat, penuh cinta, dan tidak banyak orang yang memilikinya. Kami adalah keluarga paling bahagia di dunia. Tinggal terpisah tidak menjadikan kami cuek dan tidak peduli satu sama lain. Ibu setiap hari mengunjungi Bapak di rumah kontrkannya, demikian pula aku. Bapak pun sering mengajak kami keluar dan jalan-jalan. Sekedar makan-makan atau menghabiskan akhir pekan dengan berkumpul saja.

Bapakku tidak seperti yang mereka pikirkan. Bahkan aku salut pada Bapak yang tidak memutuskan bercerai dari Ibu atau bahkan lebih memilih kawin lagi dengan perempuan lain. Paling tidak selama dua puluh tahun belakangan ini. Yang membuatku sedih adalah, mengapa orang sebaik beliau tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih dengan tinggal bersama di sebuah rumah bersama istri dan anak-anaknya. Menjadi lebih menyedihkan karena belum lama Bapakku di vonis menderita Diabetes Melitus, ditambah lagi empat tahun yang lalu sempat opname karena serangan jantung.

Sungguh sampai hari ini, aku masih belum tahu mengapa Bapak tidak pernah datang ke rumah kami dan lebih memilih menunggu kami di mobil tiap kali kami akan pergi jalan-jalan, mengapa Bapak dan Ibu tidak memilih untuk mengontrak rumah yang lebih besar dan meninggalkan rumah nenek, mengapa mereka berdua tetap bertahan dengan keadaan seperti ini walaupun kami tahu ini sangat menyakitkan.

Tapi sungguh, apa pun alasan mereka aku tidak perduli. Aku sayang Bapak, sayaaang sekali. Aku sayang pada Bapak sesuai pada porsinya. Aku memang harus tiga kali lebih sayang pada Ibu, tapi itu tidak mengurangi rasa sayangku pada Bapak. Karena apa? Wanita tangguh yang aku sayangi tiga kali lebih dari Bapakku itu sangat patuh pada Bapak. Itulah yang menjadikannya hebat. Aku sangat mengidolakan Bapakku.

Ibu, tidak perlu iri dengan ceritaku ini.. Karena Bapak dan Ibu adalah teladan yang sama baiknya dalam hidupku. Aku sangat sayang kalian. Di luar menjadi seorang Telecomm Engineer, menjadi seorang expatriot yang bekerja keliling dunia, sejatinya cita-cita ku adalah ingin menjadi anak yang bisa membahagiakan Bapak dan Ibu. Oiya Bu, cerita tentang Ibu akan aku tulis di lain waktu..

Happy New Year

curhat No Comments »
Ngga berasa tau-tau udah tahun 2009 aja. Perasaan 2008 itu baru dimulai kemaren. Time goes so fast. Gw jadi teringat satu tahun yang lalu di malam satu Januari yang sama. Saat itu gw berada di kosan bareng seorang sohib yang biasa gw panggil cumay.. Kita berdua ngobrolin tentang resolusi setahun kedepan. Tapi cuma sebentar doang, cuma sampe sekitar jam sepuluhan aja kita ngobrol. Coz saat itu gw mesti stand by di kantor, lagi kena shift tiga. Huhuu.. menyedihkannya saat itu. Karena cuma sebentar, resolusi yang sempet gw catet cuman sedikit. Tapi di luar semua catatan itu, banyak yang gw cita-citakan dalam hati gw. Alhamdulillah.. setelah beberapa jam lalu gw review, sebagian dari apa yang gw cita-citakan itu sudah terlaksana. Alhamdulillah.. segala puji bagi Allah yang telah mengizinkan apa yang gw pengen jadi kenyataan. Ngga sebates yang gw cita-citakan aja.. Banyak kejutan dan rezeki tak terduga yang mampir ke gw tahun di tahun 2008. Seperti sebuah ritual, malem ini gw kembali berkutat dengan sebuah agenda hadiah dari majalah Cita-Cinta. Berpikir, mencatat, semua resolusi yang akan gw buat di tahun 2009 ini. Ada satu perubahan besar yang sedang gw rencanakan. Semoga dalam waktu dekat bisa tercapai, ngga ada halangan, dan ngga ada godaan.Bismillah.. Apa pun semua rencana dan cita-cita itu, segala sesuatunya harus bergerak ke arah yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan jalan dan senantiasa meridhai apa yang gw lakukan.. Overall, I just wanna say, happy new year.. Selamat tahun baru, semoga apa yang masih belum tercapai di tahun 2008 bisa terealisasi di tahun ini. Amiin..

*Ditulis malem tahun baru.. diposting hari ini..

Ikhlas itu..

curhat No Comments »

ikhlas itu, sinkronisasi hati, pikiran, dan perkataan untuk bisa rela
ikhlas itu, ujian keimanan
ikhlas itu, ngga gampang
ikhlas itu, mudah diucapkan tapi sulit sekali dilakukan
ikhlas itu, aaaaaaaaaaaaarrgh…….
ikhlas itu, sesuatu yang sedang gw coba tapi gw tetep masih ngga bisa
ikhlas itu, merelakan uang gaji lebih dari sebulan ngga dibayar tanpa ngedumel
ikhlas itu, tetep harus ngembaliin laptop kantor walopun gaji tetep ngga turun
ikhlas itu, tetap bersyukur ketika apa yang kita rencanakan tidak terealisasikan
ikhlas itu, nahan diri untuk ngga curhat ketika lagi sakit ati
ikhlas itu, temen deket sabar
ikhlas itu, sahabat baik ikhtiar
ikhlas itu, salah satu praktik takwa

Kenapa kita harus ikhlas? Padahal kan ikhlas itu bikin bete.. tapi kalo dipikir-pikir lagi bersikap ngga ikhlas juga bikin makin bete. Ikhlas membuat kita semakin legowo, lebih ringan dalam menghadapi sesuatu yang berat. Ikhlas mendekatkan kita pada sang Khalik. Ikhlas mengajarkan kita banyak hal. Ikhlas itu bagian dari mata rantai ibadah, yang saling terkait satu dengan lainnya, sabar, ikhtiar, tawakal, bersyukur. Dengan terus belajar ikhlas, maka kita juga akan mempelajari bagaimana caranya bersabar, bersyukur, berikhtiar, bertawakal. Kita ini hanya pelakon, Allah lah yah memutuskan segalanya. Ikhlas mendekatkan kita pada Allah. Dekat dengan Allah membuat kita.. ehm.. apa yah. in a simple word,,, semuanya akan baik-baik saja dengan Allah ada di dekat kita. That’s all.

Keep with the strong willingness and efforts..

curhat No Comments »
Have you ever felt that you’re in so much pain?
You feel that the only dream that you have will never come true.
Life force you to run with a damn long distance but it gives you only a second period.
Seems it very difficult for you to reach the only thing you want..
You’re trapped with so many regrets in your mind that still not happen yet..
You afraid of yourself.
You’re not sure you’ll able to pass that way..
You doubt that time will up before you finish it..

I have to say that ‘I did’ . I have had the same feeling you did as well. But on that time someone remind me.. He said..”May be you forget, or may be you don’t relize. For at least, we have the greatest thing that Allah does really apreciate.. Strong willingness.. moreover.. our efforts. keep it in your mind and soul. I know, it’s not easy to pretend that nothing happen, pretend that you’re ok with all those things, pretend that you’re not burdened, pretend that you’re not facing anything.. All you can do, just go with the flow. Let Allah decide the best for you..”

Those words had consoled my heart. Simple but means a lot.. Keep with the strong willingness and efforts..

Nggak Suka

curhat No Comments »

gw nggak suka keliatan bego sama sesuatu yang gw belum bisa

bukan gw ngga bisa, tapi belum

gw cuma butuh belajar sesuatu yan gw ngga ngerti

kalo gw buta, lu boleh tanya “malem itu gelap apa terang?”

tapi kasih gw waktu untuk cari tahu, sekalipun gw buta,

gw masih punya mulut untuk nanya.. at least gw udah usaha

tapi satu syarat.. jangan maksa gw untuk bisa kalo kenyataannya ga ada satu

orang pun yang bisa gw tanyain.

Kalopun gw bisa jawab “malem itu gelap” tanpa nanya sama siapa-siapa

itu berarti jawaban gw ngga berdasar.

itu artinya gw sotoy

dan gw sangat menghindari bertindak sotoy (kalo ngga kepepet)

haaaaaaaaaaa.. ngomomng apa sih gw

Liburan Lebaran Idul Qurban

social No Comments »
berhenti Sejenak,,

*inspired by someone’s blog. Kak Putra’s blog..

Lima hari liburan di kampung halaman, satu kata.. menyenangkan. Eh dua kata.. sangat menyenangkan. Ditambah lagi tiga kata.. tapi kurang puas :(
Berhenti. Sejenak. Melepas semua penat selama berhari-hari, berbulan-bulan kurang istirahat. Bertemu simbah, pak le’, bu le’, sepupu, tetangga, dan kerabat lainnya sambil merayakan idul Qurban.

Perjalanan pulang kampung terasa lebih melelahkan karena aku sedang puasa saat itu. Tapi itu tidak menjadi aral yang membuatku membatalkannya. Toh belum tentu tahun depan bisa menjalankan puasa arafah dan tarwiyah lagi.. Alangkah gembiranya saat tiba di rumah simbah. Sayang aku tidak bawa oleh apa-apa. Cuma bawa tahu goreng aci yang aku beli saat tiba di Benjaran tadi.

Usai sholat ied.. kami berkumpul di pekarangan sebelah rumah untuk melihat panitia menyembelih hewan qurban Simbah. Seekor kambing jantan. Apa mau dikata, baru sebatas itu kemampuan kami dalam berkorban. Yang baru aku sadari dari pulang kampung kemarin adalah Islam kejawen masih sangat melekat di kampungku. Bagaimana tidak, Simbah demikian juga tetangga sekitar yang sudah sepuh masih beranggapan bahwa pihak penyelanggara hewan kurban tidak diperbolehkan ikut menikmati binatang yang telah disembelih itu. Simbah sangat mewanti-wanti kami untuk tidak sedikitpun mencicipi daging kambing yang kami kurbankan. Kata simbah, tunggu dapat yang lain saja makan dagingnya. Yasudahlah.. Aku dan bu le’ ku ngumpet-ngumpet makan di rumah adik Simbah untuk bisa menikmati kikil, sepasang kaki kambing yang telah dibumbu kuning… ehmm.. yummy banget.. Kebetulan sekali adik Simbah tidak sekolot yang lain. Ditunggu sampe sore pun tidak ada sekantong daging kurban mampir ke rumah kami. Karena sudah ngidam sate kambing dari Jakarta, aku membeli satu setengah kodi (1 kodi = 20 tusuk sate) sate kambing untuk dimakan ramai-ramai. Kini aku berfikir bagaimana mengubah pola pikir eyang ku yang satu ini, sepertinya tradisi kejawen semacam itu sudah mendarah daging.. huh repotnya..

G T L

curhat 3 Comments »
Masih pagi buta. Selesai sholat subuh, aku langsung meluncur dari hape buat ngecek rekening BCA ku. (Sangat) Berharap kalo gaji bulan ini udah turun. fffhh.. hopeless.. Memang berdasarkan perjanjian gaji akan dibayarkan tiap tanggal lima awal bulan. Tapi janji tinggallah janji. Perusahaan tempat aku bekerja memang terkenal dengan GTL-ny alias Gaji Telet Lagi.. Paling parah adalah bulan September lalu, gaji yang seharusnya dibayarkan tanggal lima baru turun dua belas hari setelahnya, yakni tanggal tujuh belas. Melihat keaadaan ini aku cuma bisa mengelus dada. Mencoba tetap sabar walopun kadang ngga bisa untuk ngga ngedumel. Tadinya aku senang karena ada peraturan baru bahwa per bulan lalu, gaji akan dibayarkan di akhir bulan alias dimajukan. Wah senangnya pas tanggal 31 Oktober kemarin gaji sudah turun. Namun sepertinya peraturan itu cuma berlaku untuk bulan kemarin saja. Sabaaar.. sabaar..

Aizz!!!!!!! Ayo donk disiplin!!!

curhat 2 Comments »
Stresss..Sebel..

Kenapa sih gw jadi orang ga ada disiplinnya sedikitpun. Hey!! Aizz!! Lu itu cewek tau ga sih!! Semuanya berantakan. Ga teratur. Mau sampe kapan hidup kayak gini terus. Inget!! Inget!! Sadar!! Sadar!! Sekarang ini lu udah makin tua.. Udah kepala dua. Kapan mau berubahnya. Dari hal yang paling sepele dalam hidup lu itu ga ada yang teratur sedikitpun. Jorok!! Jorok!! Jorok!! Lu tuh jadi cewek minta ampun deh joroknya.. Kamar berantakan. Buku-buku.. majalah-majalah.. semua berserakan dimana-mana. Jangankan sama kamar, sama yang nempel di badan aja ga ada perhatiannya sedikitpun. Ga pernah cuci muka kalo mau tidur, gosok gigi juga mesti nunggu nyokab nyap nyap dulu baru dikerjain, sarung tangan, masker, helmet, semuanya ga jelas dimana tempatnya, ga bisa dibedain mana yang bersih mana yang kotor. ga guna kalo ngeluh muka banyak jerawat, ga guna ngeluh kalo belakangan suka sakit gigi. Baju juga ga ada yang disetrika.. Selalu last minute ingetnya pas mau berangkat kerja aja. Ngantor selalu telat, masuk jam setengah sembilan tapi jam sembilan kurang seprapat baru jalan dari rumah. Pengen kurus pengen kurus pengen kurus tapi ga disiplin makan. Dulu bilangnya abis beli sepeda mau rajin sepedahan ke kantor, skarang?? sepedah udah di rumah tapi dianggurin aja. Adalagi.. ngrengek2 ke nyokab minta diijinin kredit motor.. ngarangnya biar bisa bolak-balik ke tempat fitness.. biar bisa berenang tiap wiken.. Giliran udah ada motor.. semua janji2 itu tinggal janji. Kebanyakan rencana tapi ga pernah ada realisasinya.sekarang soal uang..(alhamdulillah) katanya sih gajinya gede. Tapi ga pernah nyisa sedikitpun. Borosnya ga ketulungan.. Aduuuuuuuuh aizz…!! bikin resolusi baru dong!! ga perlu ngarang yang macem-macem!! mulai dari yang simpel aja tapi pasti. Coba deh dari sekarang. Lu udah mulai ngrasain ngga enaknya hidup ngga disiplin kan??!! Ayo!! Ayo!! Dalam seminggu harus udah jadi proposalnya.. Oke cintah??!! Deal or no deal harus tetep kudu deal.. Percaya deh lo bakal hidup lebih bahagia dengan cara disiplin..

Tentang Dia.. - Part 1 -

curhat No Comments »
Banyak banget yang pengen gw tulis sedari beberapa hari yang lalu, beberapa bulan lalu. Mulai dari sebelum puasa, ketika bulan puasa berlangsung, seusai lebaran, pertengahan oktober lalu tepat di hari ulang tahun gw, seminggu lalu, kemarin, belakangan ini.. ditambah lagi.. semua kejadian yang pengen gw tulis itu, justru ngebawa gw flash back. Makin bingung jadinya, nggak tahu harus mulai dari mana dulu.. Semua cerita yang pengen gw tulis itu membawa gw pada satu nama, pada seseorang, seseorang yang saat ini special di hati gw. (blushing)
-oOo-

Well.. gw punya seorang temen cowok. Gw anggep dia TTM gw. hueheueheu.. Yaiyalah, kayaknya cuman status itu yang paling pas buat ngedeskripsiin hubungan gw ma dia.. Tapi entar dulu..!! Gw ga semata-mata.. gw ngga ujug-ujug nganggep dia TTM gw.. ada alesannya kenapa.. Kepedean banget gw kalo ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba gw anggep dia TTM gw. I’m not that kind of girl anyway.. sori yee..

Ceritanya berawal dari sebuah cerita lain. Semua berawal dari adanya seorang cowok
berinisial DF yang waktu itu ngedeketin gw. Ga penting DF itu siapa. Yang jelas dia dateng ketika gw mikir ‘Ada ngga sih cowok yang mau sama gw?’ *emang waktu itu otak gw sedang tidak bisa berpikir dengan lempeng.. agak-agak goblok kalo sampe gw mikir kayak gitu* terlebih lagi gw ngliat orang-orang di sekitar gw pada punya gandengan. Hiks.. ngiri. Akhirnya.. setelah menimbang dan berpikir matang, gw coba untuk ngikutin saran dari semua temen-temen gw yang nyaris senada.. Coba untuk belajar ngebuka hati, kita nggak akan pernah tau kalau kita nggak pernah nyoba.. Gw sempet jalan sama dia (red- DF) dua kali. Pertama dia minta gw nemenin dia makan malem.. cuma sebentar. Kedua.. he brough me to Ragunan.. ke kebun binatang, Kali ini lumayan lama.. dari siang hingga petang. Selama bareng dia gw terus menerus nanya ke diri gw. Apa yang gw lakuin ini udah bener? Apa gw seakan ngasih angin ke dia untuk masuk lebih dalam lagi ke kehidupan gw. Gw coba untuk merespon semua telpon dan sms-nya. Tapi serius. Sampe saat itu gw ga dapet feelnya.. Dia udah bilang sama gw, kalo hubungan yang dia mau antara gw dan dia pengen ke arah lebih dari sekedar temen. Belum ‘nembak’ belum apa, gw udah deg-degan ga keruan.. Akhirnya gw coba sms orang yang saat ini gw anggep TTM gw tadi. Gw cuma pengen ngeyakinin diri gw kalo gw ga perlu bertindak bego di saat otak gw lagi bego juga. Dia bilang dia masih sayang sama gw dan gw masih boleh ngarepin dia. Fine, itu semua udah cukup buat gw. Gw ga perlu mikir aneh-aneh lagi kaya tadi. I’m special. I’m loveable. Gw ga butuh status kok.. Gw justru sadar, gw ga perlu pacaran kalo alesannya cuma just becoz everybody does. Dari situlah asal muasalnya gw menganggap dia sebagai TTM gw. Dan apakabar dengan DF? For your information.. Setelah gw curhat ma TTM gw, gw lebih milih ngehindar dari DF. Dan sekarang dia udah married. That means, saat itu gw udah ngambil keputusan yang tepat dengan ngejauh dari dia, coz bisa-bisa gw yang dilamar ma dia..hahaha.. secara dia itu orangnya religi banget. Mana kenal istilah pacaran dia..

-oOo-

Ada cerita lucu pas hari ulang tahun dia.. Gw lupa gimana kronologis ceitanya.. tapi sempet gw posting di forum diskusi tempat gw biasa nongkrong..

ini link-nya..

http://forum.detikinet.com/showpost.php?p=41033&postcount=139

-o0o-

Sebelum puasa..
Gw ga nyangka. Sama sekali ga nyangka. Kalo ternyata, TTM gw yang sekarang jauh disana sempet mampir ke blog gw. Liat-liat, baca-baca, kayaknya sampe diapalin malah (mudah-mudahan sih nggak meresap ke dalam hati). Dia baca postingan gw tentang curhatan gw tentang mantan gebetan gw beberapa waktu lalu. Shock banget gw dengernya. Berasa ke gab gimana gitu.. Untungnya dia ga liat ekspresi gw, coz kita ngobrol lewat YM. Thank God. Malu banget gw. Tapi gw sebel. Dia bilang dia ga jelous sama gw. Padahal gw ngarepin kalo dia bakalan jelous. Dia bilang kalo dia justru salut sama gw, karena gw bisa sejujur itu.. Ga penting bgt.. seems he doesn’t care about me.. huuuh.. sebel..sebel..sebel.. tapi ga seratus persen sebel deng… cuma 80% barangkali.. Coz gw tau, kalo dari dulu dia udah tau gimana gw. Dia tau kalau gw punya semacem kebiasan gampang suka sama orang. Gw suka over ekspresif kalo gebetan gw lagi deket-deket gw. Tapi ada satu (ralat: ada beberapa) yang dia ga tau. Dia ga pernah bener-bener tau perasaan gw itu.. Dia ga tau kalo itu cuma iseng. Dia ga tau kalo itu cuma guyon.. Dia ga tau kalau gw ga pernah serius.. Dia juga ngga tau kalau saat itu gw ngegebet dia.. hehe..ga tau kenapa perasaan itu datengnya last minute.. perasaan itu justru dateng di saat-saat terakhir kita bakalan pisah.. fine.. saat sebelum puasa itu lumayan berkesan (buruk) buat gw. Gw mikir lagi. Kita berdua cuma TTM-an.. sah-sah aja kok..

-oOo-

“Kita mau ngadain acara buka bareng sama anak-anak… Lo bisa dateng kan?”
“Kapan tuh acaranya?”
“Dalam waktu dekat ini sih kayaknya..”
“Gw available nanti deket-deket lebaran. Kalo sekarang-sekarang ini belum bisa balik ke Jakarta gw”
“Yah.. ga semangat dateng deh kalo ngga ada elo..”


Pas Hari H.. gw berencana dateng. Yaah walopun kobaran semangat 45 nya agak berkurang. Tapi gw pengen ikut meramaikan acara buka bareng yang cuma diadain setaun sekali itu. Udah dandan, udah rapi, udah wangi.. Udah siap berangkat.. Tapi sayang, alam berkehendak lain. Sepertinya situasi dan kondisi saat itu sama sekali ngga ngasih sedikitpun toleransi buat gw untuk bisa dateng ke acara itu.. Dengan berat hati, gw balik ke rumah lagi deh..
….

Esok paginya.. ada sms mampir ke hape gw..
“Kemaren kenapa ga dateng?”

fffh…. *lemes*

-oOo-

to be continued..


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in