ANTARA AKU, TEMPE GORENG, DAN SAMBAL TERASI
curhat 2 Comments »Aku memutuskan untuk membawa bekal makan siang hari ini dari rumah. Aku mempersiapkannya dalam kotak makan. Nasi putih, tempe goreng, dan tidak boleh ketinggalan sambal terasinya. Sambil bekerja sebentar-sebentar aku melirik ke arah tas ku, membayangkan betapa nikmatnya makanan yang ada di dalamnya. Ehhhmm..yummy.. aku tidak sabar menunggu waktu menunjuk angka dua belas, saat istirahat tiba.
Akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu datang juga. Aku mengajak dua temanku lainnya segera meninggalkan pekerjaan dan beranjak ke pantry, tempat kami biasa makan. Di pantry itu tersedia banyak makanan catering yang enak-enak dan mahal. Beraneka jenis makanan mulai dari sayur, opor ayam, daging, buah-buahan, dan lain-lainnya.. aku tidak hafal. Sebab malu sekali jika ketahuan sedang curi-curi pandang ke arah makanan-makanan itu. Masalahnya adalah makanan-makanan itu tidak disediakan untuk kami, karyawan-karyawan dari vendor. Makanan itu disediakan untuk staf-staf internal klien kami, sebuah operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia.
Tiba-tiba saja aku merasa tidak percaya diri dengan isi kotak makanan yang aku bawa tadi. Aku jadi malas makan. Bayangan betapa lezatnya bekal yang aku bawa, lenyap seketika. Aku minder bergabung makan dengan staf-staf lainnya. Jika dibandingkan dengan menu makan siang mereka, punyaku itu tidak ada apa-apanya.
Aku makan dengan sangat tidak berselera, cepat-cepat aku menghabiskannya. Sambil makan otakku terus berfikir, aku bicara sendiri dalam hati..
“Mengapa aku harus malu dengan makananku? Toh makananku ini insha Allah halal kok.. Apa ada yang salah dengan hanya makan tempe goreng dan sambal terasi?”
“Mengapa aku harus malu mengakui sesuatu yang aku sukai.. Betapa bodohnya aku ini..”
“Menjadi sederhana atau sekalipun menjadi buruk rupa, bukan merupakan suatu dosa bukan?”
“Apakah menjadi suatu kesalahan jika aku menyukai sesuatu yang biasa saja? Sesuatu yang tidak istimewa tapi aku bahagaia karenanya..”
Pastilah jawabannya TIDAK. Tidak ada yang salah dengan makananku. Tidak perlu malu dengan makananku. Tidak menjadi kesalahan jika aku menyukai sesuatu yang sederhana.. sesuatu yang biasa.. sesuatu yang tidak istimewa.. Demikian sebaliknya, tidak perlu menjadi sesuatu yang istimewa untuk bisa disukai.. dicintai.. Dengan sendirinya kita akan menganggapnya istimewa jika kita memang benar-benar menyukainya.
Aku menyesal terlambat menyadarinya. Sebab makananku kini sudah habis, dan sedih sekali tidak dapat menikmati makan siang ku tadi. Tapi paling tidak, aku tidak perlu minder lagi jika esok aku memba tempe goring dan sambal terasi lagi. I love them very much.. ehhmm.. yummy..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H
social Tagged Add new tag No Comments »Kerja = Ibadah = Pahala = Surga (Insha Allah)

