Hari ini saya gembira sekaligus
(agak) kecewa. Saya baru saja bertemu dengan orang yang sangat saya
idolakan belakangan ini. Andrea Hirata. Ya, sang Pemimpi itu telah
berhasil mengambil hati saya. Membuat saya rela meninggalkan kuliah
hanya untuk menghadiri acara bedah bukunya yang sangat fenomenal dan
telah selesai di film kan, Laskar Pelangi. Sebelumnya saya pikir kalau
saya tidak benar-benar menyukainya, saya pikir saya hanya terbawa musim
atau ikut-ikutan yang lain saja. Namun saya salah. Saya baru sadar
bahwa saya benar-benar mengidolakannya ketika dia telah ada di hadapan
saya. Tubuh saya bergetar ketika dia mulai memasuki panggung, darah
saya berdesir, jantung saya berdebar-debar, sampai-sampai air mata
tidak terasa mengalir di pipi saya. Mungkin terdengar berlebihan. Tapi
memang demikianlah yang saya rasakan. Tiba-tiba saja saya takut acara
keburu selesai sebelum acara bedah buku itu dimulai. Saya sangat
terharu melihatnya. Inikah sosok ikal yang penuh semangat itu? Saya
sangat menyukainya, bukan dalam konteks fisik pastinya. Bang Ikal,
demikian nama yang menurut saya paling enak didengar untuk menyebut
namanya, bukanlah orang yang tampan, tetapi dia sangat menyenangkan.
Mengidolakannya tidak lantas membuat saya ingin menjadi penulis,
novelis, atau semacamnya. Saya menyukainya bukan sekedar dari tetralogi
yang ditulisnya, saya sangat menyukai kepribadiannya, jiwa sosialnya
yang begitu tinggi, kerendahan hatinya, kesederhanaannya, kecintaannya
pada pengalaman semasa kecilnya dan caranya menceritakan itu semua.
Bang Ikal adalah orang yang cerdas, penuh cerita dan mimpi. Saya yakin
benar bahwa semua yang kini diraihnya itu berawal dari mimpi. Dia
memang seorang pemimpi. Saya ingin ketemu dengan Bang Ikal lagi. Karena
pada kesempatan hari ini, saya merasa kecewa, apalagi setelah saya
benar-benar jadi fans nya Bang Ikal, rasa kecewa itu berubah menjadi
sangat kecewa. Mungkin kedengarannya egois, tapi saya rasa itu perasaan
yang lumrah, sebab saya yang tadinya mendapat tempat duduk di kursi
barisan paling depan, justru malah berada di posisi belakang ketika
acara di mulai. Bagaimana bisa begitu? Sangat tidak adil memang. Saya
yang sudah menunggu sejak dua jam, mencari tempat duduk di barisan
paling depan agar bisa lebih jelas melihat Bang Ikal, harus disisihkan
oleh mereka yang baru datang dan langsung duduk ngedeprok di space
antara panggung dan kursi penonton. Sakit hati sekali rasanya. Saya
jadi kehilangan kesempatan bertanya, berdialog langsung dengan Bang
Ikal, terlebih lagi, turut pupus juga harapan saya untuk bisa foto
bersama, apalagi minta tanda tangannya pada ketiga Laskar Pelangi, Sang
Pemimpi, dan Edensor yang sudah saya bawa dari rumah. Sebal sekali
rasanya. Lihat saja nanti, di kesempatan berikutnya (mudah-mudahan
masih ada), saya akan sama egoisnya seperti mereka yang lain. Saya akan
berada lebih dekat dengan Bang Ikal dari pada mereka yang mencurangi
saya hari ini. Ada begitu banyak pertanyaan yang tak sempat
tersampaikan pada Bang Ikal. Mudah-mudahan kesempatan itu datang lagi..
Kalau pun kesempatan itu tak pernah datang lagi, maka biarkan saya
ungkapkan di sini..
" Bang Ikal, saya telah
jatuh cinta pada anda, pada Lintang, Mahar, Syahdan, pada Laskar
Pelangi, termasuk Ibu Muslimah, Flo, Arai, Zakiah dan yang lainnya.
Mereka adalah inspirasi terbesar anda. Merekalah yang secara tidak
langsung menjadikan anda menjadi Ikal yang seperti sekarang. Adakah
apresiasi dari anda untuk mereka? Terlebih Lintang, si manusia super
jenius itu. Bagaimana kabar beliau sekarang? Apakah orang secerdas
Lintang tetap harus berakhir sebagai kuli yang terpanggang matahari
ketika sahabatnya telah berdiri tegak menjulang nyaris di puncak
popularitas? ironis sekali jika memang demikian.."
Kalau saja pertanyaan itu sempat tersampaikan, pasti saya tidak perlu sepenasaran ini..
I love you Bang Ikal.. Hope to See U soon..
ps: Buat sahabatku Hady yang
udah nemenin nonton, makasih lo udah mau nemenin gw nonton Bedah Buku
Laskar Pelangi. Maaf kalo gara-gara gw lo jadi terlambat masuk kerja.
Tp itu ga masalah buat elu kan?? hehehe.. Next time, kalo ada
kesempatan kayak gini lagi, tolong jagain tas gw yah.. biarin gw maju
ke depan and duduk ngedeprok bareng fans Andrea Hirata yang lainnya..
Luv you babes..