Hari ini, aku patah hati lagi..

Uncategorized No Comments »
Sejenak aku terbuai dalam kata-kata
Indah terngiang di telinga
Melambungkan rasa ke tingkatan surga
Layaknya aku yang teristimewa

Siapa yang tahu semua itu dusta
Hanya memberi sepah terludah sesudahnya
Hempaskan aku di kerak terdasar neraka
Layaknya aku yang paling nista

Aku bukan ia yang dicinta
Aku bukan ia yang didamba
Aku ini terbuang..
Tak terhiraukan..

Aku ini pungguk yang selalu merindukan bulan
Meski tak tergapai aku selalu di sana menatapnya
Penuh luka dan air mata
Ingin aku merengkuhnya
Namun tiada kuasa yang aku punya

Seketika.. seragaku membatin..
Aku menyerah..

Minggu Kelabu

Uncategorized No Comments »
Sepertinya hari ini adalah hari
paling sulit buat ku. Sepanjang perjalanan karir dan pendidikanku, aku
belum pernah menemui situasi seperti hari ini. Tiba-tiba saja aku ingin
memiliki kemampuan seperti amoeba, cacing, atau flagellata yang bisa
membelah diri dan berada di dua, tiga, atau bahkan lebih dari empat
tempat dalam waktu yang bersamaan. Ha ha ha.. mustahil rasanya.
Sebelumnya aku adalah si manager waktu yang paling baik. Aku tak pernah
kesulitan membagi waktu untuk bekerja dan kuliah tanpa harus
mengorbankan atau memprioritaskan salah satunya. Bekerja malam, pulang
di pagi hari, dan di lanjutkan ke kampus tanpa mandi dan istirahat
terlebih dahulu adalah sesuatu yang biasa buatku. Aku bisa benar-benar
tak tidur sepanjang hari di kampus, walaupun sebetulnya aku ngantuk
sekali. Dan jika rasa kantuk itu sudah tak tertahankan lagi, aku bisa
tidur dimana saja dan kapan saja. Nekat tidur di hadapan dosen pun
sudah sering aku lakukan. Tapi paling tidak, dengan keadaan yang
demikian aku tetap bisa bersikap profesional terhadap pekerjaanku dan
mempertahankan IPK tetap berada di atas tiga koma. Aku bangga terhadap
diriku yang itu, diriku yang dulu itu.

Pada suatu titik aku terhenti dan menjadi begitu jenuh. Aku seperti
roda yang terus berputar dan seperti tak mengenal lelah. Aku merasa
jadi orang paling menderita karena berbeda dengan yang lainnya. Bekerja
dalam shift dan (terpaksa) mengenali Sabtu Minggu bukan sebagai hari
libur adalah sesuatu yang sangat menyedihkan. Menahan rasa kantuk
adalah penderitaan yang hanya bisa terbayar dengan tidur seharian.
Tuhan menjawab doaku ketika itu, ketika aku berada dalam titik jenuh,
aku mendapatkan pekerjaanku yang saat ini, bekerja seperti pekerja
lainnya di hari senin-jumat, dari pagi-sore.. Menyenangkan rasanya. Tak
perlu lagi harus begadang malam, tak perlu lagi tak mandi karena
terlambat kuliah, tak ada lagi kantuk terkutuk, tak ada lagi
pusing-pusing membujuk teman untuk menggantikan ketika jadwal kerja
bentrok dengan jadwal kuliah. Semua masalah itu terpecahkan sudah. Aku
bisa bekerja dan kuliah dengan tenang sekarang (aku pikir).

Namun siapa yang akan menyangka jika keadaannya akan serumit hari ini?
Bayangkan!! Hari ini aku ada empat mata kuliah. Tiga mata kuliah dari
jam setengah sembilan sampai jam tiga sore, ketiga-tiganya mengadakan
quiz (Gila!!). Mendadak, bosku meminta aku untuk standby di kantor
karena harus mengejar project agar cepat terselesaikan dalam waktu
dekat. Jam sepuluh pagi, aku harus sudah duduk manis di depan laptopku
di kantor. Dan bukan hal yang aneh lagi jika aku harus duduk selama 8
jam di kantor alias kudu pulang malem. Damn!! Tidak sampai di situ, jam
empat sore aku ada undangan untuk menghadiri acara pengumuman pemenang
lomba dalam internet yang pernah aku ikuti (kebetulan aku menjadi salah
satu finalisnya). Ya Ampuuun.. apa yang akan terjadi hari ini Tuhan??
Mengapa aku begitu kesulitan?? Apa yang harus aku korbankan?? Yang
mana??

setelah dua jam berfikir

Fine. Aku sudah berpikir keras. Solusinya adalah seperti ini :

- Berangkat Jam 7.. Sampe di kampus setengah sembilan. Ikut quiz kuliah jam pertama (kira-kira selesai jam 10 teng)

- Langsung meluncur ke kantor (ngaret mode: ON). Kerja.. kerja.. kerja..

- Jam empat kurang seprapat, ijin cabut ke acara di Ex Plaza.

(Kalau ternyata masih ada kerjaan..)

- Dari Ex Plaza, balik lagi ke kantor.. Huuuuaaaaaaa…

Ps. Malemnya jangan lupa sms dosen, minta tugas atau dispensasi lainnya untuk mengganti nilai quiz yang kosong..

Semoga hari ini semuanya berjalan lancar.. Amiin…

Mandi dulu aaaah……….

Cerita Sore

Uncategorized No Comments »
Ini cerita sore kemarin..

Di perjalanan pulang kemarin aku banyak berfikir. (Perlu diketahui
bahwa selama delapan jam sebelumnya, aku seharian berada di kantor, di
depan komputer, berseluncur di internet, dan menjelajahi blog dan situs
komunitas milik teman-temanku, juga orang lain di luar teman-temanku).
Kagum. Itulah yang ada di fikiranku. Berbeda dengan tulisanku
sebelumnya yang menyatakan kekagumanku pada bakat menulis mereka. Aku
kagum pada mereka yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata. (entah
mereka memang benar2 cerdas atau memang tulisan2 mereka punya tujuan
agar pembaca beranggapan bahwa si penulisnya memang benar-benar cerdas,
aku tak tau mana yang benar :D ) Sudahlah.. itu hanya suara sumbang
orang yang sedang merasa cemburu (baca: aku).

Ketika aku membaca blog si A..
aku tahu bahwa dia memang berbakat jadi seorang penulis. Cerpen, roman,
puisi, atau paparan apapun yang sepertinya memang layak untuk
diterbitkan sebagai artikel maupun buku.

Ketika aku beralih pada blog si B..
Aku tahu bahwa dia memang seorang IT engineer yang memang sudah expert
di bidangnya. Waw.. how great he is.. Di blognya banyak sekali
kata-kata yang sangat asing buatku. Seperti bahasa dari planet antah
berantah yang belum ada di jagad raya. Hehe..

Sekali lagi ak menemukan blog si C..
Kali ini, menurut pendapatku, dia cocok sekali menjadi seorang seniman,
fotografer tepatnya. Semua hasil jepretannya oke punya. Nilai
artistiknya sangat tinggi. Hahaha.. mungkin pendapat orang awam seperti
aku ini terlalu berlebihan.

Yang satu ini bukan blog, tapi aku mendapatkannya di sebuah situs  komunitas.. Anggaplah milik si D..
Dia perempuan. Suaranya baguuus banget, Jago main gitar lagi. Main
piano juga bisa. Dia menyanyikan lagu ciptaanya sendiri.. Kuereennz..
Wanna be like her. Hiks hiks.. Yang satu ini cocok banget jadi musisi.

Melihat itu semua, aku cuma bisa gigit jari. Kembali aku menilik pada
diriku sendiri. Sejauh ini, apa yang sudah aku bisa?? ehm.. pelan-pelan
aku mengingat. Ehm.. ternyata aku memang terlalu biasa jika
dibandingkan dengan yang lainnya. Lelah terus mencari tahu, akhirnya
aku dihadapkan pada satu kesimpulan, yakni.. Kekuranganku itu cuma ada
satu, aku nggak punya kelebihan apa-apa.. (bukan real meaning yaah..
coz faktanya, aku memang kelebihan berat badan.. hehehe..)

Bus yang akan mengantarku pulang telah datang. Fantasiku pun selesai.. Pulaang..

ps: setiap orang punya bakat, yang langka adalah bagaimana mengikutinya ke tempatnya bermuara..


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in