Kangen Rumah (Part 1)
Uncategorized No Comments »rasanya. Ingiin sekali. Bapak, Ibu, dan adik-adikku. Merekalah yang
kini membuat salah satu rumah batinku terasa begitu kosong karena
sudah lama tak pulang..
Ibuku.. Wanita paling tangguh yang pernah aku tahu. Orang tua, guru,
sekaligus teman baikku. Beliau adalah mahluk yang penuh cerita. Setiap
hari, selalu saja ada cerita yang berbeda darinya. Terakhir kali ia
bercerita tentang sebuah novel yang baru saja dibacanya. Tak cuma itu,
ia memaksaku untuk mendengarkanya membacakan satu bab paling disukainya
dalam novel itu.
"Kamu udah baca Sang Pemimpi belum mba?"
"Boro-boro, Laskar Pelangi aja aiz belum kelar bu"
"Yaudah. Ngga papa. Nih sekarang ibu bacain bagian paling menyentuh Sang Pemimpi."
"Yah ibu.. Nanti jadi ngga seru.."
"Percaya deh sama ibu. Sekalipun ibu cerita, itu ngga akan jadi ngebosenin pas kamu baca sendiri nanti."
"Yasud"
Ibu pun membacakan satu bab dalam Sang Pemimpi dengan nada dan intonasi
yang sangat pas. Kejadian itu seperti mengajakku kembali ke beberapa
waktu silam ketika aku masih kecil. Aku teringat, dulu ibuku juga
sering membacakan dongeng untukku. Dongeng karya Hans Christian
Andersen lah yang paling aku ingat. Tentang Thumbelina, Kisah 11 angsa
Liar, Taro Urashima, banyak lagi.
Usainya, kami asik membahas cerita yang baru saja dibacakannya. Ibuku
adalah teman diskusiku yang paling top. Kami sama-sama suka membaca,
suka ngobrol, sama-sama belajar menjadi manusia rasional yang tak
sekedar berperasa, tapi juga berlogika. Yang membedakan kami cuma satu.
Ibuku tak suka matematika. Hehehe..
Ibuku adalah wanita super. Ia selalu punya cara untuk membesarkan hati
kami ketika kami bersedih. Ia selalu punya solusi untuk semua masalah
kami. Ibu adalah orang pertama yang aku cari ketika seseorang
mengintimidasiku di kantor, ketika aku menyukai seseorang, ketika aku
tak punya uang, ketika aku butuh teman nonton, ketika aku patah hati
karena bertepuk sebelah tangan pada orang yang kusukai, ketika aku
membutuhkan laptop untuk training, ia selalu ada ketika aku
membutuhkannya. Ia menjadikanku seseorang ketika aku merasa kalau aku
bukanlah apa-apa, bukan siapa-siapa, ialah yang selalu meyakinkan aku
kalau penyebab aku tak punya pacar bukan karena aku gendut atau jelek,
melainkan karena aku terlalu berharga, banyak yang takut memacariku
karena mereka merasa tak cukup berharga untuk memiliki orang seberharga
aku (itulah kebohongan ibu yang paling aku sukai.. hehehe), ialah yang
menempelkan plaster di kakiku ketika aku tertidur, ia tahu dengan baik
kalau sepatu baruku telah membuat kakiku lecet-lecet, ialah yang
membuatku merasa dibutuhkan, selalu dinantikan untuk pulang..
Ibulah yang paling rajin mengirimiku sms setiap hari, sms yang aku tahu
pasti ia simpan dalam template sms telepon genggamnya karena isi smsnya
selalu itu-itu saja. Tak pernah berubah.
‘Assalamualaykum, gmn kabar anak ibu hr ini? Ap smua berjalan sesuai rencana? Kita dirumah baek2 aja’
Hehehe..
Masih banyak cerita tentang ibuku. Mahluk Tuhan yang kini amat
kucintai. Ialah yang menyempurnakan ketidaksempurnaanku. She completes
me.. Love her.. So much..
Lord, thanks for blessing me such a greatest Mom in the wold..
..Mom is the all I need..


