Uncategorized No Comments »


ny2008 Glitter Graphics From GlitterYourWay.com
Tahun
2008 sudah datang. Semua orang bersuka cita menyambut kedatanganya.
Meski jakarta hujan, tak sedikit yang beramai-ramai merayakanya. Di
tengah perjalanan menuju kantor, aku melihat beberapa anak muda yang
berkonvoi menyusuri jalan-jalan jakarta yang saat itu bukan hanya
becek, tapi juga nyaris banjir. Senangnya bisa bermalam panjang. Mereka
berarak menuju kota di selatan Jakarta sepertinya, Depok kalau tidak
salah. Ada yang lucu. Aku melihat seorang dari mereka yang menggunakan
sun glasses. Hehehe.. Aneh-aneh saja menurutku.. Tapi biarlah.
Everybody has their own style. Toh Indonesia kan negara demokrasi.
Piss!!

Jarak gedung tempatku bekerja masih sekitar 50 meter
lagi. Aku menyingsingkan celana jeans belelku tinggi-tinggi, mencoba
menghindari genangan air kotor dan bau yang harus aku lewati. Sepintas
terlintas di otakku, ironis sekali rasanya. Ketika yang lain bergembira
ria bersama orang-orang terkasih mereka, aku justru harus berada di
tempat yang sebetulnya aku tak ingin ada. Aku seperti mengalami de
javu. Aku perah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Bukan hanya
sekali, berkali-kali malah. Begitu sering aku melewatkan momet-moment
berharga hanya untuk berada di kantor. Dalam kurun waktu hampir dua
tahun, sudah dua kali aku tidak turut merayakan ulag tahun Bapakku,
lebaran tahun lalu pun demikian, aku berada di Jakarta sendirian
sementara seluruh keluargaku mudik ke kampung halaman. Dan sekarang ini
adalah tahun baru keduaku. Huaaa.. Mendadak aku rindu sekali pada
keluargaku. Meski tak sungguh-sungguh merayakan tahun baru, kami selalu
keluar rumah di malam pergantian tahun. Bukan untuk pergi ke monas atau
ancol. Tapi untuk mencari martabak isi cokelat kacang keju. Tak
terbayangkan betapa manisnya saat-saat itu.

Aku tiba di depan
gedung yang dua tahun terakhir ini aku sebut kantor. Tempat
semenyebalkan Azkaban, tapi juga seindah Shire. Sejenak berhenti dan
mendongak ke atas. Aku menarik nafas dalam-dalam, menghempaskanya, dan
mantap melangkah lagi.. Security di pos jaga sedang berkumpul rupanya.
Serta merta aku menyapa mereka, sedikit berbasa-basi tentang bagaimana
mereka merayakan tahun baru. Ternyata mereka juga sedang
memperbicangkan (baca: merencanakan) acara menyambut tahun baru.
"Mba, nanti ikutan acara bakar-bakar yah.." Kata salah satu dari mereka
"Oke.
Sip. Atur aja pak!!" Aku menjawab sambil tetap berjalan. Aku tak
benar-benar serius dengan perkataanku barusan. Tapi liat nanti sajalah.
Sekali lagi pikiran-pikiran iseng lewat di kepalaku, seberarti itukah
makna tahun baru bagi mereka. Sedangkan aku, tahu makna tahun baru pun
tidak. Aku tak pernah benar-benar merayakan tahu baru.

Aku mulai
bekerja seperti biasa, menganggap tak pernah ada apa-apa, sampai
tiba-tiba seorang security masuk ke ruanganku. Tak diduga, ternyata
mereka menganggap serius ucapanku tadi. Mereka mengundangku turun ke
bawah untuk bergabung bersama mereka. Tapi sayang sekali aku tak bisa
meiggalkan pekerjaanku.

Aku masih asik dengan pekerjaanku,
handphone ku berdering beberapa kali menunjukkan adanya pesan masuk.
Setelah ku buka, semuanya adalah ucapan Selamat tahun baru. Aku
tersenyum membaca sms-sms itu. Aku pun mulai berseluncur di atas
Mozilla Firefox dan bertanya pada Om Google perihal New Year wishes..
Ada beberapa yang menarik perhatianku..

Edith Lovejoy Pierce
We
will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on
them ourselves. The book is called "Opportunity" and its first chapter
is New Year’s Day.

Sydney Smith
Resolve
to make at least one person happy every day, and then in ten years you
may have made three thousand, six hundred and fifty persons happy, or
brightened a small town by your contribution to the fund of general
enjoyment.

Tapi urung. Tak ada satu pun dari
kalimat-kalimat itu yang aku kirim pada teman-temanku. Aku tak mengirim
pada siapa pun.. Sekilas, ekor mataku menangkap percikan kembang api di
luar sana. Ku buka korden jendela. Benar saja. Ini sudah jam 12 lewat.
Aku berlari kecil ke arah pantry, sebab dari sana akan terlihat jelas
pesta kembang api. Indah sekali. Kembang api itu berwarna-warni. Kuning
cemerlang, hijau, merah. Meletup dan menari di udara. Pesta kembang api
itu berlangsung selama sepuluh menit. Meski sebentar, tapi cukup
berkesan. Seandainya pemandangan itu bisa dinikmati dari roof top
gedung.. Pasti akan jauh lebih indah.. Sayang sekali aku tak punya
kesempatan itu.

Tidak selesai sampai di situ. Harus ada
resolusi baru untuk tahun baru ini. Sebisa mungkin resolusi yang bisa
terealisasi. Harusnya PR itu sudah selesai sebelum jam 12 teng tadi.
Yuuk bikin resolusi..

Eniwey.. Happy New Year Everybody..

Uncategorized No Comments »


ny2008 Glitter Graphics From GlitterYourWay.com
Tahun
2008 sudah datang. Semua orang bersuka cita menyambut kedatanganya.
Meski jakarta hujan, tak sedikit yang beramai-ramai merayakanya. Di
tengah perjalanan menuju kantor, aku melihat beberapa anak muda yang
berkonvoi menyusuri jalan-jalan jakarta yang saat itu bukan hanya
becek, tapi juga nyaris banjir. Senangnya bisa bermalam panjang. Mereka
berarak menuju kota di selatan Jakarta sepertinya, Depok kalau tidak
salah. Ada yang lucu. Aku melihat seorang dari mereka yang menggunakan
sun glasses. Hehehe.. Aneh-aneh saja menurutku.. Tapi biarlah.
Everybody has their own style. Toh Indonesia kan negara demokrasi.
Piss!!

Jarak gedung tempatku bekerja masih sekitar 50 meter
lagi. Aku menyingsingkan celana jeans belelku tinggi-tinggi, mencoba
menghindari genangan air kotor dan bau yang harus aku lewati. Sepintas
terlintas di otakku, ironis sekali rasanya. Ketika yang lain bergembira
ria bersama orang-orang terkasih mereka, aku justru harus berada di
tempat yang sebetulnya aku tak ingin ada. Aku seperti mengalami de
javu. Aku perah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Bukan hanya
sekali, berkali-kali malah. Begitu sering aku melewatkan momet-moment
berharga hanya untuk berada di kantor. Dalam kurun waktu hampir dua
tahun, sudah dua kali aku tidak turut merayakan ulag tahun Bapakku,
lebaran tahun lalu pun demikian, aku berada di Jakarta sendirian
sementara seluruh keluargaku mudik ke kampung halaman. Dan sekarang ini
adalah tahun baru keduaku. Huaaa.. Mendadak aku rindu sekali pada
keluargaku. Meski tak sungguh-sungguh merayakan tahun baru, kami selalu
keluar rumah di malam pergantian tahun. Bukan untuk pergi ke monas atau
ancol. Tapi untuk mencari martabak isi cokelat kacang keju. Tak
terbayangkan betapa manisnya saat-saat itu.

Aku tiba di depan
gedung yang dua tahun terakhir ini aku sebut kantor. Tempat
semenyebalkan Azkaban, tapi juga seindah Shire. Sejenak berhenti dan
mendongak ke atas. Aku menarik nafas dalam-dalam, menghempaskanya, dan
mantap melangkah lagi.. Security di pos jaga sedang berkumpul rupanya.
Serta merta aku menyapa mereka, sedikit berbasa-basi tentang bagaimana
mereka merayakan tahun baru. Ternyata mereka juga sedang
memperbicangkan (baca: merencanakan) acara menyambut tahun baru.
"Mba, nanti ikutan acara bakar-bakar yah.." Kata salah satu dari mereka
"Oke.
Sip. Atur aja pak!!" Aku menjawab sambil tetap berjalan. Aku tak
benar-benar serius dengan perkataanku barusan. Tapi liat nanti sajalah.
Sekali lagi pikiran-pikiran iseng lewat di kepalaku, seberarti itukah
makna tahun baru bagi mereka. Sedangkan aku, tahu makna tahun baru pun
tidak. Aku tak pernah benar-benar merayakan tahu baru.

Aku mulai
bekerja seperti biasa, menganggap tak pernah ada apa-apa, sampai
tiba-tiba seorang security masuk ke ruanganku. Tak diduga, ternyata
mereka menganggap serius ucapanku tadi. Mereka mengundangku turun ke
bawah untuk bergabung bersama mereka. Tapi sayang sekali aku tak bisa
meiggalkan pekerjaanku.

Aku masih asik dengan pekerjaanku,
handphone ku berdering beberapa kali menunjukkan adanya pesan masuk.
Setelah ku buka, semuanya adalah ucapan Selamat tahun baru. Aku
tersenyum membaca sms-sms itu. Aku pun mulai berseluncur di atas
Mozilla Firefox dan bertanya pada Om Google perihal New Year wishes..
Ada beberapa yang menarik perhatianku..

Edith Lovejoy Pierce
We
will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on
them ourselves. The book is called "Opportunity" and its first chapter
is New Year’s Day.

Sydney Smith
Resolve
to make at least one person happy every day, and then in ten years you
may have made three thousand, six hundred and fifty persons happy, or
brightened a small town by your contribution to the fund of general
enjoyment.

Tapi urung. Tak ada satu pun dari
kalimat-kalimat itu yang aku kirim pada teman-temanku. Aku tak mengirim
pada siapa pun.. Sekilas, ekor mataku menangkap percikan kembang api di
luar sana. Ku buka korden jendela. Benar saja. Ini sudah jam 12 lewat.
Aku berlari kecil ke arah pantry, sebab dari sana akan terlihat jelas
pesta kembang api. Indah sekali. Kembang api itu berwarna-warni. Kuning
cemerlang, hijau, merah. Meletup dan menari di udara. Pesta kembang api
itu berlangsung selama sepuluh menit. Meski sebentar, tapi cukup
berkesan. Seandainya pemandangan itu bisa dinikmati dari roof top
gedung.. Pasti akan jauh lebih indah.. Sayang sekali aku tak punya
kesempatan itu.

Tidak selesai sampai di situ. Harus ada
resolusi baru untuk tahun baru ini. Sebisa mungkin resolusi yang bisa
terealisasi. Harusnya PR itu sudah selesai sebelum jam 12 teng tadi.
Yuuk bikin resolusi..

Eniwey.. Happy New Year Everybody..

Ost. Ayat - Ayat Cinta by Rossa

Uncategorized No Comments »
Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang ruhwi
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan 

Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud

Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung Kupertaruhkan
Maafkan bila ku tak sempurna

Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud




Rossa - Ayat - Ayat Cinta

Ost. Ayat - Ayat Cinta by Rossa

Uncategorized No Comments »
Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang ruhwi
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan 

Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud

Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung Kupertaruhkan
Maafkan bila ku tak sempurna

Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud




Rossa - Ayat - Ayat Cinta


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in