Susahnya jadi Blogger..
Uncategorized No Comments »Kok postingannya monoton yaah??? Ffffuuih.. Susahnya jadi blogger.. Kak Aduu.. Teach me!!
Kok postingannya monoton yaah??? Ffffuuih.. Susahnya jadi blogger.. Kak Aduu.. Teach me!!
Kadang.. upst bukan kadang.. justru sering malah.. Terlintas di pikiran
untuk cepat-cepat punya pacar. Iri sekali melihat teman2 sejawat sudah
pada punya gandengan. Betapa menyedihkannya malam minggu terus-terusan
berada di rumah. Ada yang menelepon pun tidak. Sesekali aku merasa
kesepian di sela-sela terus meyakinkan diri dengan statement2 maksa
yang aku contek dari majalah.. ‘being single isn’t the end of your
life!’
Ada yang kosong di sini, di tempat yang aku sendiri tak
tau dimana adanya. Tapi sudahlah.. lagi2 aku mencoba menepis rasa itu
dengan selalu sok bepikiran positip. Nanti juga akan tiba masanya..
Udahlah, ga usah kuatir.. Tapi itu belum cukup menenangkanku..
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta..
Oh Letto.. makin cinta gw sama mereka..
Selagi cahaya belum muncul.. masih ada udara, embun pagi, angin, yang selalu ada dan setia menemani kita..
Demikian
aku, selagi tak punya kekasih atau lazimnya disebut pacar, masih ada
begitu banyak orang di sekitarku yang begitu mengasihiku.. Orang tua,
sanak keluarga, teman, sahabat, yang dengan tulus hati selalu jadi
tempat berbagi..
Sejenak aku merenung,, apa yang telah aku
berikan pada mereka? Apakah aku telah memperlakukan mereka sebaik yang
mereka lakukan padaku. Apakah sedikit saja mereka pernah bahagia karena
aku? Oh God.. betapa tamaknya aku.. Belum aku membahagiakan orang2 yang
jelas2 ada untukku, sudah aku harapkan ia yang jadi belahan jiwaku
untuk cepat2 datang..
Huaaa… sudah pagi rupanya.. Ngantugh euy.. udah ah.. deey… Mandi.. Gosok gigi.. Huuuh.. mesti ke kampus lagi..
Pernah beberapa saat lalu terpikir olehku untuk tampil sempurna di hadapan orang lain.. Berubah
jadi sesuatu yang lain hanya sekedar untuk dibilang indah, menarik,
atau cantik… Menjadi sesuatu yang diinginkan.. Diidam-idamkan.. Jadi
pusat perhatian.. Ingiin sekali rasanya.. Tapi ada satu satu suara yang
entah darimana datangnya mencoba berteriak.. Sepertinya menginginkan
sisi batinku yang lain untuk mendengarkan teriakannya.. Aku mencoba
tutup telinga. Tak mengacuhkan teriakan itu.. Tapi tidak.. Aku tidak
bisa melakukanya.. Aku sadar.. Untuk belajar menjadi dewasa, bukan
demikian caranya.. Pelan-pelan ku buka telinga.. Suara hatiku berkata..
"This
is who I’m.. " Yah.. Seketika seraga ku membatin.. Beginilah aku.. Aku
tak perlu malu untuk menunjukkan siapa aku.. Bukan aku yang menciptakan
paradigma orang lain terhadap aku. Tapi mereka sendiri. Aku hanya
tinggal membiarkan diriku dinilai sebagaimana aku. Tak perlu ada yang
dikurangi atau ditambahi. Aku tak perlu menjadi orang lain hanya untuk
sekedar diinginkan oleh orang yang jangankan jadi dirinya sendiri, mengetahui arti jadi diri sendiri pun tidak.
Pertarungan yang sangat
melelahkan.. Berjuang melawan diri sendiri bukanlah perkara mudah..
Tapi aku bisa melaluinya.. Tak hanya itu, aku juga memenangkanya.. Aku
tak peduli bagaimana mereka melihatku.. Terpenting adalah apa yang aku
perbuat pada mereka..
Sedih sekali rasanya ramadhan kali ini. Ingin seperti ketika masih
sekolah dulu. Bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. Puasa, tarawih,
tadarus.. Betapa rindunya aku pada suasana seperti itu.. Sekarang?
Jangankan berbuka puasa bersama keluarga, ingin berkumpul pun rasanya
sulit sekali. Kini aku justru harus berada di tempat lain ketika
keluargaku sedang sholat taraweh berjamaah di mushola dekat rumah dan
bertadarus bersama usainya. Apa yang aku perjuangkan di tempat ini?
Pundi-pundi rupiah kah? Keduniawian yang tak kunjung sampai pada
tepinya..