arti berubah

social No Comments »

Copied from http://dee-idea.blogspot.com

“…Kita, yang seringkali bersikukuh untuk mengubah seseorang, memermaknya agar sempurna di mata kita, memaksanya agar muat dan tepat dalam ruang hidup kita, memangkas atau menambalnya agar bisa pas dengan kebutuhan kita, tanpa peduli bahwa apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah siksaan bagi yang bersangkutan. Dalam penjara logika dan mental kita masing-masing, kita berpikir bahwa mengubah seseorang adalah solusi yang realistis dan humanis. Atas nama cinta dan apa pun, kita bahkan merasa bahwa kita sedang berbuat kebaikan…

….Perubahan tak pernah terjadi oleh hal lain di luar kita, meski faktor eksternal bisa jadi pemicunya. Yang mampu menggerakkan perubahan sejati hanyalah kita sendiri. Seperti halnya Winnie yang luput membenahi rumahnya dan malah sibuk mengutak-atik Wilbur tanpa sadar kalau aneka sihirnya malah membuat Wilbur terdera karena menjadi sesuatu yang bukan dirinya, kita pun acap kali terlena dalam ekspektasi serta upaya untuk mengubah orang lain, dan malah lupa dengan pembenahan yang paling penting dan realistis yakni, sekali lagi, diri kita sendiri. Dan ini adalah masalah yang amat sering kita alami. Dari waktu ke waktu…..”

* duh ngrasa euy.. ga lagi-lagi deh..

Ekstra Hati..

curhat No Comments »

*Sambil menunggu Ashar*

Dear Allah,

Terima kasih telah menganugerahi aku begitu banyak teman baik. Dan untuk kali ini, dari yang banyak itu, Engkau sisip kan dua yang paling baik. Keduanya Kau jadikan logical-mind di luar kepalaku, juga hati di luar tubuhku. Dua bagian inti yang bisa mengendalikan aku ketika otak dan hatiku sendiri tak bisa aku kendalikan. Mereka bekerja justru ketika otak-otakku sendiri kupaksakan tumpul. Mereka bekerja justru ketika hatiku sendiri kupaksakan mati.

Pada masalah hati yang selalu mau menang sendiri, ketika original-logical-mind ku aku bekap erat tak boleh berteriak, ekstra-logical-mind di luar kepalaku pun mengurai fakta-fakta logis, hubungan sebab-akibat, tidak boleh begitu karena ini maupun harus begini karena itu, memaparkan etika yang tak pernah ada dalam undang-undang ketika orang sedang jatuh cinta, menjejalkan berbagai argument yang tidak pernah sejalan dengan hati, menohok dengan kenyataan-kenyataan yang tak sedikitpun memberi pembelaan. But it does work. Terpaksa. Tepatnya ia memaksanya masuk kedalam original-logical-mind ku, membebaskannya dari bekapanku. Dan hatiku pun kalah. Dan aku merasa bahwa tak penting lagi memiliki hati. Tepatnya (lagi), masalah hati ku itu tidak penting. Karena kedua logical-mind itu kaku, mereka tidak tahu bahwa ada kebahagian yang cuma hati saja yang bisa merasakannya, dan berat harus mengakui “mereka menang”. Dan sampai pada titik itu, hatiku diam tak bergeming, menyaksikan kemenangan kedua logical-mind-ku.

Setelahnya aku akan terlihat baik-baik saja. Sepertinya semua masalah sudah selesai dengan tidak melukai hati siapapun. Tapi justru melukai hatiku sendiri. Maka ketika itulah, hati ini kupaksakan mati. Mengelakkan sedih yang masih.

Pada saat seperti inilah Engkau meminjamkan aku ekstra-hati. Ekstra hati yang berasal dari jenisku sendiri. Satu dari dua paling baik yang Engkau sisipkan di antara yang baik. Ekstra-hati kembali menggugah hatiku. Perlahan membangkitkannya dari mati suri. Kembali mengurai apa yang pernah terlontar logical-mind dengan perspektif yang berbeda. It’s normal for being that wanitawi.. But.. bla bla bla bla bla and bla.. *sencored* Hatiku pun mendengar ekstra-hati dengan tanpa sinis, malah diikuti dengan manggut-manggut mengerti, dan diakhiri dengan anggukan pasti. Ini memang jalan yang harus aku pilih untuk masalah hatiku kali ini, hanya saja aku butuh ekstra hati untuk bisa benar-benar mengerti. Thanks Allah..

28-09-2009
dedicated for my extra-logical-mind and extra-hati

I Love My Job

curhat No Comments »
Aku sedang mencoba menelaah kembali sebuah quote yang aku buat sendiri beberapa waktu lalu. Mungkin klise, dimana berarti, sudah banyak orang lain yang mengemukakan quote itu jauh sebelum aku. Bekerja itu adalah salah satu praktik ibadah. Ibadah itu (insha Allah) mendatangkan pahala. Dan pahala itu adalah kereta yang kelak membawa kita pada syurga. Jika dituliskan dalam bentuk rumus matematika akan terbentuk sebuah persamaan dimana :
Bekerja = Ibadah = Pahala = Syurga

Dari The Devil Wears Prada aku mendapatkan satu cara untuk mensugesti diri kita agar bisa lebih menikmati pekerjaan ketika pekerjaan itu terasa membosankan, menyebalkan, sangat menyusahkan. Say this three times “I love my job.. I love my job.. I love my job..”. Cara yang lumayan bagus, tapi tidak cukup membantu jika kita tidak benar-benar punya konsep lain tentang bagaimana sesungguhnya mencintai sebuah pekerjaan.

Bekerja mulai pukul sembilan pagi sampai pukul lima sore. Yeah.. everybody does. Agak sedikit berbeda dalam kasusku. Jam kerja fleksibel. Ada dua paradigma di sini. Fleksible yang menyenangkan, atau fleksible yang satunya lagi, kurang menyenangkan. Menyenangkan karena tidak terikat dengan keharusan datang jam sembilan dan pulang jam lima, bisa datang lebih terlambat dan pulang lebih awal, gaji relatif besar, beban pekerjaan yang biasa-biasa dengan tingkat kesulitan 70 dari skala 10-100. Menjadi paradigma yang kurang menyenangkan karena fleksibel dalam hal ini, bukan tuntutan dimana kita harus bekerja selama delapan jam dalam satu hari, melainkan pekerjaan yang dibebankan harus diselesaikan secepat mungkin, tanpa peduli definisi cepat dalam hal ini membutuhkan waktu lebih dari sepuluh jam dengan tingkat ketelitian dan kehati-hatian yang sangat tinggi, sekalipun gaji sedikit agak lebih besar dari fleksibel yang menyenangkan, berani taruhan, sebagian besar orang akan memilih digaji lebih sedikit daripada harus datang pagi pukul sembilan berlanjut ke pukul sembilan pagi di hari berikutnya, belum lagi jika harus ditambah dengan rekan kerja yang kurang menyenangkan yang cenderung menyebalkan.. huuufhh…

Ya, neracaku bergerak lebih berat ke paradigma yang kedua bagi sebagian kalangan, kurang menyenangkan kalau menurut orang. Sebetulnya aku punya banyak sekali alasan untuk mengeluh, untuk melenguh. Beberapa orang merasa simpati, merasa salut padaku, tapi beberapa lagi menganggapku obsesif dan workaholic, berbeda lagi dengan mereka yang menganggap remeh aku karena aku cuma lulusan SMK. Bukan bermaksud mencari simpati, but it does really happen to me.

“udahlah iz.. pulang aja.. ga harus sampe malem gini kan kerja nya?”

“Masih dikantor izz?? Ngejar setoran buat lebaran yah?”

“Ya Ampuun aizz.. lo sampe pagi lagi hari ini?”

“Loh.. kok aizz masuk malem-malem gini? ada kerja apa memangnya?”

“Kenapa sih kejadian kayak gini lagi?!! Ini kantor!! Bukan training center!! Jadi jangan main-main yaah!!”

“Ngga ada orang bodoh, yang ada cuma orang malass!!” *terbayang ekspresinya mendelik ke arah ku*

Subhanallah.. Banyak sekali yang aku pelajari dari semua ini. I love my job.. I love my job.. I love my job.. Huuuufh.. Ini bukan semata-mata mantra sugesti belaka. Aku mencintai pekerjaanku dari sudut pandang yang berbeda. Dari pekerjaan ini, aku mendapat gaji setiap bulannya. Dari gaji itu aku bisa menutupi semua kebutuhanku. Walaupun tak jarang, sebagiannya juga aku pakai untuk membayar hutang bulan sebelumnya. Alhamdulillah aku masih punya pekerjaan di saat orang lain kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ya, itu adalah sebagian reward yang aku dapatkan untuk memenuhi kebutuhan duniaku.

Pekerjaan adalah sebuah amanah. Apa pun itu, mudah atau sukar. Aku akan lebih senang jika amanah yang diberikan padaku bisa aku selesaikan meskipun harus sampai larut malam daripada harus menunda esok dimana aku sendiri tidak yakin apakah amanah itu akan terselesaikan esok atau harus terpaksa ditunda sampai esok lusa. Jadi ini bukan perkara “kerjaan mah kalo diturutin ngga ada habisnya, bukan, bukan itu sama sekali” selama pekerjaan tidak menjadikan aku manusia yang lalai pada ibadahku yang lainnya. insha Allah.

Menghadapi orang-orang yang kurang menyenangkan juga merupakan salah satu ujian. Dan sebabnya ada ujian itu tanda bahwa Allah sayang sama kita. Jadi tidak ada alasan untuk mengeluh. Mereka ada untuk menguji seberapa sabar kita. Mereka ada untuk kita pelajari bahwa tidak semua orang memiliki sudut pandang, watak, dan kepribadian yang sama dengan kita. Mempelajari mereka menjadikan kita bisa lebih bijaksana dalam menghadapi tipe orang serupa di kemudian hari. Melakukan kesalahan dalam pekerjaan juga bukan semata-mata karena kita bodoh atau malas. Bukan pula suatu kebetulan. Ada rencana Allah di dalam setiap kejadian. Siapa yang menyangka sekalipun sudah merasa teliti, masih saja ada yang luput. Mungkin melalui ‘melakukan kesalahan’ Allah ingin mengingatkan kita bahwa kita hanya makhluk, bukan khalik, mungkin kita lupa membaca bismillah sebelum mengerjakannya, mungkin kita sering lupa mengucapkan hamdalah kketika sebuah pekerjaan dapat terselesaikan tanpa masalah.

Poin terpenting, selalu ada hubungan kita dengan Sang Khalik di setiap hubungan kita dengan manusia.. Hidup ini indah tergantung dari sudut mana kita memandangnya.. ^_^

Ruangan Impian

curhat No Comments »
Cita-cita adalah pokok bahasan paling menyenangkan untuk saya. Saya bisa membuat berlembar-lembar tulisan hanya untuk bercerita tentang cita-cita saya. Cita-cita adalah semua mimpi-mimpi yang sedapat mungkin harus saya wujudkan menjadi nyata. Dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan, demikian saya merepresentasikan diri saya dengan cita-cita.

Menghadiahkan sebuah rumah untuk keluarga adalah salah satu dari ribuan cita-cita yang saya miliki. Sudah berpuluh-puluh tahun, saya, Ibu, dan kedua adik saya tinggal di rumah peninggalan Eyang. Usianya sudah nyaris sama dengan usia Ibu saya, 45 tahun. Rumah ini tidak dibangun dengan menggunakan semen, tapi menggunakan kapur. Antara semen dan kapur, saya tidak tahu materi mana yang lebih baik untuk membangun sebuah rumah. Apa pun itu, kualitas rumah berusia separuh baya tidak akan sama dengan rumah berusia remaja apaupun materi yang digunakan untuk membangunnya. Jika mengapur dinding rumah yang selalu menguning setiap tahunnya tidak digolongkan pada apa itu yang disebut renovasi, maka jelas sudah bahwa rumah ini sudah sangat tua dan belum pernah direnovasi sama sekali.

Oiya, saya lupa bilang kalau rumah ini beralamat di Matraman Jakarta Timur, kawasan yang tersohor karena tidak pernah absennya banjir setiap musim hujan tiba. Tidak perlu menunggu hujan deras yang mampir berlama-lama, hujan biasa yang mampir sebentar saja bisa membuat kami kelimpungan karena takut lupa menaikkan kompor, kipas angin, karpet, setrika, kasur lipat, atau apapun yang tergeletak di lantai. Beruntung kami tidak punya mesin cuci atau pun kulkas, jadi tidak terlalu repot jika keadaan memaksa kami untuk mengungsi. Ibu tidak pernah mau dibelikan karena takut kebanjiran. Benar saja, rumah kami memang langganan setia banjir. Rumah ini dibangun lebih landai dari rumah-rumah tetangga di kanan-kiri rumah kami. Itulah sebabnya rumah kami selalu jadi rumah pertama yang kebanjiran sebelum rumah-rumah yang lainnya. Untungnya kami punya sebuah kamar kecil di loteng atas rumah kami. Kamar di loteng itu kami gunakan jika air sudah sampai pinggang atau dada.

Tapi bagaimanapun keadaan rumah kami, kami tetap bersyukur. Paling tidak, tidak seperti pendatang Jakarta yang lainnya, kami tidak perlu repot-repot bayar uang sewa rumah. Tapi beberapa bulan terakhir, saya selalu dibuat cemas setiap kali mendapati ibu sedang diam-diam menatap atap rumah kami. Matanya nanar, seperti khawatir pada sesuatu. Memang, atap rumah kami sudah lumayan rapuh. Bocor dimana-mana. Di ruang tamu, dapur, dan kamar tidur. Kekalutan yang dirasakan ibu adalah takut jika tiba-tiba atap rapuh itu roboh dan menimpa kami yang sedang tidur lelap. Memang terdengar sedikit mengada-ada dan berlebihan. Bukan itu yang saya cemaskan, saya justru cemas pada ibu.

Rumah kami masih belum memungkinkan untuk diperbaiki dalam waktu-waktu dekat ini. Kami harus menabung dulu karena memperbaiki rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sungguh, dengan tidak mengurangi rasa syukur saya. Penghasilan saya yang relative lumayan besar sekalipun untuk seorang lulusan SMK masih belum cukup untuk memperbaiki rumah kami.

Tiba-tiba saja, hadiah utama berupa satu lantai atas dari kompetisi ini menghadirkan impian baru bagi saya. Ruangan Impian. Ruangan yang akan memberikan saya rasa aman dan nyaman selagi saya mengejar cita-cita saya yang lain. Saya sangat berharap bisa menjadi pemenang dalam Hebel Blog Competition ini. Sungguh, sebetulnya saya maulu melakukan ini. Karena jika ditilik lebih teliti, banyak pihak yang lebih membutuhkan bantuan ketimbang saya. Tapi saya hanya sedang mencoba peruntungan saya. Semoga saja kompetisi ini bisa menjadi jembatan rezeki bagi kami dan rumah tua tercinta kami, meski tidak diperbaiki, paling tidak kami bisa memiliki tempat berlindung yang lebih aman dan nyaman saat banjir datang, dan ibu tidak perlu mencuci pakaian atau pun mencari sarapan pagi-pagi lagi karena kami akan punya tempat yang aman jika kami membeli mesin cuci dan kulkas untuk menyimpan bahan makanan nanti. Dan yang lebih menggembirakan lagi, jika memang saya menjadi pemenang utama, saya tidak perlu merasa khawatir karena Hebel adalah beton yang tetap ringan dan kuat. Hebel tidak akan memberikan masalah pada dinding rumah saya yang memang juga sudah rapuh. Senangnyaaa… Semoga beneran kejadian.. Amin

Ternyata Jobless itu ngga enak yah..

curhat No Comments »
Pengangguran. Status saya sekarang adalah pengangguran. Padahal seorang teman sudah mewanti-wanti saya untuk tetap mencari pekerjaan cadangan mendekati selesainya masa kontrak di tempat saya bekerja sekarang. Tapi karena termakan janji manis Si Pak Boss yang menawarkan posisi di project berikutnya, saya merasa sudah aman karena wacana perpanjangan kontrak dan negosiasi ulang sudah di genggaman tangan. Saya tidak benar-benar serius mencari pekerjaan baru.

Siapa yang menyangka ternyata project baru yang dijanjikan itu masih dalam pergumulan yang sangat alot dan belum mutlak positif. Sekarang saya tidak punya kontrak dan tidak punya pekerjaan. Tidak ada yang menggaji saya sekarang. Sekarang saya bingung, kelimpungan, sudah menyebar CV kemana-mana tapi belum ada respon satu pun.

Astaghfirullah.. pengalaman ini mengingatkan saya untuk lebih banyak beristighfar daripada terus mengeluh dan melenguh. Saya baru sadar kalau ternyata saya ini adalah orang yang sombong. Ya Allah, mudah-mudahan saya salah. Mudah-mudahan saya bukan orang yang sombong. Saya hanya si bandel, si khilaf, yang cukup disentil dan diingatkan saja. Dan saya sekarang sudah menyadari kesalahan saya. Ternyata mencari pekerjaan itu ngga selamanya mudah. Dan jadi pengangguran itu ngga enak banget. Ya itulah positifnya. Saya banyak belajar dari hal ini. Banyak sekali. Saya harus banyak bersyukur terhadap pekerjaan yang saya miliki, saya tidak tahu betapa nikmatnya memiliki pekerjaan sebelumnya, tapi sekarang saya tahu karena saya sudah merasakan tidak enaknya menjadi pengangguran. Saya juga harus mulai menabung, karena sewaktu-waktu (mungkin lain kali) saya akan mengalami hal ini lagi. Saya tidak ingin jadi pengangguran yang lantas menjadi benalu bagi orang-orang di sekitar saya.

Ya Allah, berikanlah aku pekerjaan. Jadikanlah penghasilan dari pekerjaanku itu barokah dan bermanfaat, tidak hanya buat aku, tapi buat keluarga, kerabat, dan orang-orang di sekitarku. Alhamdulillah karena aku merasa Kau masih sangat sayang padaku, masih mau mengingatkan aku melalui kejadian ini, tapi jangan terlalu lama Ya Allah,,, Pliiiis,,,

Cewek Hadiah

curhat 3 Comments »

Aku punya predikat baru sekarang. Cewek hadiah. Rio, salah satu temanku yang mendedikasikan nama itu buatku. Ehmm.. Tadinya sih aku merasa risih, tapi kalo dipikir-pikir emang iya juga sih.. Bentar aku mau mereview hadiah-hadiah apa aja yang pernah aku dapet..

1.Pertama kali aku dapet hadiah adalah ketika aku duduk di bangku kelas 3 SLTP. Ketika itu aku mendapat hadiah berupa uang sebesar tiga ratus ribu rupiah karena aku berhasil menjadi juara tiga dalam English Grammar Competition.

2.Aku pernah mendapatkan uang 75.000 dari kuis TTS di majalah Hidayah.. hahaha.. betul-betul iseng-iseng berhadiah..

3.Aku pernah mendapatkan tas Sophie Paris karena komentarku dimuat di majalah CitaCinta

4.Aku pernah mendapatkan tas Ouval Research (masih dari majalah CitaCinta) saat hadir di acara reader gathering nya.

5.Aku mendapatkan Buku ke-7 Harry Potter and the deathly Hallows di hari pertama launchingnya. Sayang masih dalam bahasa inggris. Jadi sampe sekarang belum aku baca. Oiya, hadiah ini juga masih dari majalah CitaCinta.

6.Aku dapat honor 300rb karena tulisan ku dimuat di majalah CitaCinta. Senangnya.. dari situlah aku percaya kalau aku punya bakat menulis

7.Aku mendapatkan hadiah berupa Handphone Nokia 2630 dari Detikinet Forum dalam kontes foto tahap I. Handphone nya aku jual ke saudara dengan harga 700rb.

8.Tidak lama berselang, aku mendapat hadiah yang sama yaitu Nokia 2630 dari Detikinet Forum dalam kontes foto tahap II (dengan user name berbeda tentu saja..hehehe). Untuk kali ini, hadiahnya aku berikan kepada adikku.

9.Kontes foto detikinet itu ada tiga tahap, ada satu grandprize. Alhamdulillah.. grandprize nya lagi2 aku yang dapat.. BlackBerry 8707v. Karena kurang cocok, aku jual BB itu ke temen. Lumayan dapat 1.5Jt

10.Dan yang terakhir ini, yang membuatku mendapat julukan cewek hadiah, adalah handphone LG KC550 yang baru saja aku dapat karena tulisanku yang bertajuk “Because he saw me when I was invisible” berhasil menjadi juara kedua dalam Blog Competition yang disponsori oleh Pond’s.

Ffuuiih..melelahkan juga yah ternyata..Alhamdulillah.. Aku sangat bersyukur atas semua rezeki itu. Dan maaf teman-teman kalau keberuntunganku ini membuat kalian sedikit merasa iri..hehehe.. Tenang2x.. rejeki itu sudah ada yang mengatur..ndak akan salah alamat.. ^_^V

I Love My Blog

curhat No Comments »
Geuleuh.. meuni geuleuh pisan euy.. Mungkin reaksi seperti itu yang akan muncul dari orang yang membaca blog saya. Sebagian besar isinya bercerita tentang hal-hal picisan yang mengundang banyak sudut pandang negative tentang diri saya. Mohon maaf, bukan bermaksud berprasangka buruk. Saya hanya sedang mencoba memaparkan pandangan objektif saya tentang blog saya sendiri. Karena terus terang, saya pun akan mengangkat sebelah alis jika saya membaca artikel bertema cinta. Ffuuhh.. cinta.. saya bukan mereka yang memuja dan mengagung-agungkan cinta. Apalagi jika cinta itu mulu terhadap lawan jenis saya, laki-laki.

Serba salah. Itulah yang saya rasakan sekarang. Ketika saya mencoba berbagi kisah-kisah patah hati saya, mencoba bercerita tentang perasaan-perasaan saya, tentang bagaimana cara saya memandang masalah-masalah cinta saya.. Tentang betapa putus asanya saya untuk urusan cinta.. Tidak sedikit yang memberi masukan..
“Sudahlah izz.. Jodoh sudah ada yang mengatur.. nanti juga datang sendiri kalau sudah waktunya..” *saya suka comment yang ini..motivatif..*
“Ya Ampuuun Aizz.. udah ngebet banget yah??” *duuuh..plis deeh..ga enak didenger banget siih..*
“Ah izz.. Jangan terlalu pilah pilih laaah..” *haloooo..!! Gimana mao milih kalo pilihannya aja ngga ada.. Lagipula, selekif itu ngga salah kaan??*
“Ya udahlah Aizz.. Life is not merely about love.. Kamu masih muda.. Disia-siakan cowok yang gampang kepincut soal fisik sih ga ada ruginya.. Personality trait itu jauh lebih penting.. Stupid banget itu cowok.. Tapi lain cerita kalo kamu ga bisa ngambil hati cowok yang kamu anggep Mr Right.. Itu artinya kamu yang belum cukup baik buat dia. Tapi kamu masih punya waktu untuk belajar berubah kok.. Semangaat.. ^_^” *that’s one of other million reasons why I do really love my Mother*

Jangan pernah peduliin komentar orang yang mematikan kamu untuk menulis. Tulis apa yang kamu rasakan, kamu pikirkan, tuangkan semua gagasan dan pendapat kamu ke dalam tulisan. Tulislah kisah-kisah inspiratif kamu.. Senang, sedih, jatuh cinta, patah hati.. itu adalah perasaan manusiawi yang memanusiakan manusia..
I Love My Blog.. Blog saya adalah dunia saya.. Blog saya adalah tempat saya bercerita.. Meskipun kadang-kadang bisa jadi boomerang.. Tapi itu bukan masalah besar bagi saya..

Because he saw me when I was invisible..

Uncategorized 3 Comments »

Female.. 20 years old.. 155cm.. 78Kg.. Single.. Independent.. Confidence.. and Very Happy

Apa yang terbayang di kepala anda ketika membaca prolog tulisan saya. Pasti tidak jauh dari sesosok perempuan muda dengan tubuh yang pendek dan badan yang gembrot. Sudah berusia dua puluh tahun tapi belum pernah sekalipun terlibat dalam status ‘in relationship with someone’. Perempuan muda ini memang mandiri dan selalu terlihat percaya diri. Namun sebenarnya dia tidak benar-benar hepi dengan keadaannya saat ini. Kata Very sebelum Happy sangat terbaca kalau ia hanya menutup-nutupi perasaannya yang sebenarnya tidak begitu bahagia, apalagi dengan status lajang dan tubuhnya yang jangankan dilihat kasat mata, dibayangkan saja sudah merusak selera.

Dan sangat berat bagi saya untuk mengakui bahwa perempuan muda itu adalah representasi diri saya sendiri. Lantas, apa hubungannya keadaan saya dengan film pendek ponds, dengan cinta, juga dengan kekuatannya?

Terus terang, saya sangat menyukai film-film pendek iklan ponds yang sering diiklankan di televisi. Saya selalu tak sabar menunggu kelanjutan ceritanya di tivi, bahkan karena terlalu tidak sabarnya, sampai-sampai saya mencari versi lengkapnya di you tube. Saya selalu senang melihat film-film pendek itu. Tidak hanya pada jalan ceritanya, tapi juga pada semua tokoh yang ada di dalamnya, terutama si bintang perempuan pemeran utama. Tidak ada satu pun dari mereka yang tidak cantik.

Menyaksikan film-film itu memberikan banyak pandangan dan pemikiran yang berbeda satu sama lainnya di kepala saya. Tidak jarang usai menonton film itu, saya menjadi semakin pesimis pada diri saya. Saya berpikir, mungkin cinta sejati itu benar-benar ada, cinta beserta kekuatannya pun mampu memenangkan dan menemukan jalan ceritanya sendiri. Hanya saja saya pesimis tentang semua itu. Cinta tidak diciptakan untuk orang macam saya. Saya menjadi punya anggapan kalau cinta, kalau cerita bahagia, hanya dimiliki oleh perempuan-perempuan cantik saja, dengan tubuh langsing mereka, dengan kulit putih bersinar mereka, bahkan parahnya, saya beranggapan kalau hanya mereka yang cantik sajalah yang bisa memenangkan hati pria pujaan hati mereka.

Tetapi film pendek ponds yang terbaru “Love conquers all” dengan Tom dan Rose di dalamnya, memberikan sudut pandang baru bagi saya (walaupun saya belum tuntas menyaksikannya sampai selesai, sebab dicari di youtube pun masih belum ada full drama nya *sedih*). Saya mulai menyadari bahwa sesungguhnya cinta punya kekuatan yang maha dahsyat, kekuatan yang tidak semata-mata ada begitu saja, melainkan harus dipupuk perlahan dalam hati kita.

Film pendek itu mengingatkan saya pada seseorang yang saya pikir telah mengabaikan saya. Seseorang yang kepadanya sudah saya putuskan semua harapan-harapan saya. Seseorang yang pernah mengaku sangat menyayangi saya, tapi saya justru berbalik tidak mengacuhkannya hanya karena dia tidak pernah sekalipun meminta saya menjadi pacarnya. Saya merasa dia sama saja seperti yang lainnya, dia malu memiliki pacar yang gendut dan pendek seperti saya. Saya lupa bahwa dia menyayangi saya, saya lupa bahwa dia sudah berani mengakui perasaannya itu pada saya, saya lupa selama ini ia selalu hangat pada saya, saya lupa bahwa ia selalu beserta saya kemanapun saya mau dia ada, saya lupa kalau dulu saya sering mendapatinya menatap saya diam-diam dengan perasaan yang begitu dalam, bahkan saya lupa bahwa mungkin saya pernah sangat menyakitinya dengan cerita-cerita saya tentang mantan-mantan calon pacar saya sebelum ia mengakui perasaan sayangnya pada saya. Tiba-tiba saja saya menjadi begitu egois ketika itu.. Padahal tanpa menjadi pacarnya pun saya telah mendapatkan semuanya dari dia. Tidak sekali dua kali ia meyakinkan perasaannya pada saya, dan dia hanya meminta waktu dari saya, bahwa akan ada saatnya nanti dia mewujudkan harapan-harapan saya padanya.

Saya berpikir keras.. mencoba merenungi semua sikapnya pada saya, merenungi sikap sepihak saya. Mencoba mengerti situasi yang sebenarnya terjadi di antara kami. Akhirnya saya sampai pada satu jawaban yang saya dapatkan sendiri dengan kembali menilik kisah kami di belakang.

Saya teringat, dia pernah bilang pada saya bahwa pernah sekali ia menyakiti mantan pacar pertamanya semasa SMP dulu, dan sejak saat itu dia bernazar untuk tidak pacaran selama SMA agar ia tak lagi menyakiti hati wanita lainnya. Bagaimana bisa saya terlupa nazarnya itu?!! Kini saya yakin, dia pasti melanjutkan nazarnya itu sampai ke bangku perguruan tinggi. Memang dia tidak cerita, tapi saya bisa mengerti, memang nazar itu tabu untuk dibicarakan karena beberapa alasan.

Dia tidak mau memacari saya karena dia tak ingin menyakiti hati saya, dia ingin menjaga hati saya, tapi saya justru menyakiti diri saya sendiri dengan pikiran-pikiran picik saya. Harusnya saya tau, ini adalah saat-saat kami memupuk perasaan kami.

Tiba-tiba saja semua itu membuat saya ingin menjadi lebih cantik, lebih langsing, dan lebih bersinar. Banyak alasannya mengapa. Bukan hanya untuk memenangkan hatinya, tapi juga sebagai bentuk penghargaan karena dia mencintai saya ketika saya bukan apa-apa. Sebagai rasa terimakasih karena dia memilih untuk mencintai saya yang gendut dan pendek ini.. Sebagai bentuk rasa cinta saya karena dia telah membuat saya merasa menjadi wanita paling cantik di dunia.. dia yang telah membuat saya untuk pertama kalinya merasa begitu sempurna sebagai wanita.

” Saya ingin cantik dan bersinar.. Karena memang sudah seharusnya demikian.. Tuhan telah menciptakan perempuan dengan segala keindahannya.. Kita sebagai perempuan hanya tinggal menyempurnakan dan senantiasa menjaganya. Menjadi cantik akan memberikan kenyamanan dan kekuatan tersendiri bagi seorang perempuan baik dalam pencarian maupun penantian cintanya.. itulah yang sedang saya coba yakini saat ini.. dan saya hampir membuktikannya.,”

Sebetulnya yang dihadapi Tom dan Rose tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang saya alami. Kami punya cerita yang serupa walaupun tidak sama. Perbedaan kasta dan tidak adanya restu dari orang tua adalah rintangan yang harus mereka hadapi, mereka perjuangkan bersama untuk bisa memenangkan cinta mereka. Sedang saya, saya harus bergelut dengan hati saya sendiri untuk bisa sepenuhnya meyakini janjinya pada saya, harus ekstra sabar menunggu saat yang ia janjikan itu tiba, saat dimana harapan-harapan saya tidak kandas dan terhempas begitu saja. Dan inilah saat-saat kami memupuk cinta kami lagi..

Tentang Dia - Part 2

curhat 3 Comments »
lanjutan dari Tentang Dia - Part 1

Ini adalah kebetulan untuk yang kesekian kalinya. Lagi, lagi, dan lagi gw gagal ketemu sama dia. Bukan, ini bukan semata-mata kebetulan biasa. Ngga ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini.. Allah sudah mengatur semuanya.

Gw terbentur pada dua kesimpulan yang sangat kontras. Pertama, mungkin Allah ingin menunjukkan kalau dia bukan jalan gw. Kesimpulan yang kedua, Allah sedang menguji seberapa sabar gw menunggu dia.

Gw merasa kesimpulan yang pertama itu lebih dominan. Karena apa? Karena dia ngga pernah tegas untuk minta gw sabar nunggu dia, sekalipun sampe sekarang dia tetep bersikap seolah-olah dia masih menyukai gw. Gw ngga yakin sama dia. Di mata gw dia cuma pura-pura aja, dia cuma mau ngejaga perasaan gw supaya gw ngga sakit hati. Padahal rasanya lebih sakit kalo digantungin kayak gini.

Sepertinya gw harus menerima kalo semua rasa antara gw ma dia emang udah ngga ada. Dia atau pun gw, kami beruda berhak untuk tidak berpura-pura baik-baik saja.

Gw merasa gw berhak untuk merasa diinginkan sama orang yang menyukai gw. Sedangkan orang yang (mengaku) menyukai gw ngga pernah benar-benar nunjukkin kalau dia menginginkan gw. Terus terang gw tersinggung. Gw merasa gw sama sekali ngga special. Karena itu gw ngga perlu berpura-pura ngga menyadari semua itu. Gw tau dia udah ngga suka lagi sama gw.

Demikian dia, dia juga berhak untuk ngga suka lagi sama gw. Dia boleh berhenti berpura-pura kalo hanya untuk ngejaga perasaan gw. Gw pastiin gw akan baik-baik aja walopun mungkin sedikit sakit.

Dalam situasi ini, gw udah rela. Rela menjadikan dia hanya sebatas masa lalu gw. Rela untuk kehilangan salah satu pemuja terbaik gw. Rela untuk mengubur semua harapan-harapan gw tentang dia walopun sebenernya gw ngga ingin. Rela untuk menjadikan hubungan kami seperti semula, hanya teman biasa tanpa embel-embel tapi mesra.

Ini belum berakhir, tapi memang sangat nyaris.. Epilog cerita bisa kapan aja berubah. Dengan berat hati, untuk kali ini, gw pilih kesimpulan pertama. Finish

It’s not Good Bye.. It’s See You Later..

curhat No Comments »
Assalamualaykum…
Duuuh.. gemeteran nih ngetiknya. Ga berasa ada waktunya juga bikin imel ginian.

Mulai hari senin tanggal 9 february besok aizz udah ngga support OSS ADA lagi. Kirim CR-nya ke p irfan aja yaah.. Sedih deh rasanya.. hiks.. hiks.. tapi mau gimana. Life must go on..

Temen-temen.. makasih banyak yah buat support nya selama ini. Selama setahun ini aizz belajar banyak di ADA. Yah walopun sampe saat ini aizz masih ngga ngerti maksudnya ND itu apa.. trus kenapa site baru on air mesti diseragamin FRL / FRU nya, apa gunanya di half rate atau full rate masih sama ngga ngertinya.. hehe.. apalagi alesan kenapa mesti dilakuin retune BCCH.. (jadi curhat kan tuh..) Tapi Aizz seneng kok pernah jadi bagian dari ADAcell. Pengen stay lebih lama buat belajar sebenernya.. Tapi yaitu tadi.. mungkin Allah sudah mempersiapkan tempat lain buat Aizz mempelajari itu semua.. hehe.. tempatnya dimana, Aizz juga belum tahu.. hehe

Selama setahun ini aizz dapet temen-temen baru di ADA. Maafin aizz kalo selama ini suka jutek tiap di mintain tolong, kirim KPI Cellstat ND sama TQMnya suka kesiangan.. kadang juga done CR nya suka lama, parahnya lagi kadang suka nyuekin request dari temen-temen…

Duuuh.. ngga ngerti lagi deh mau ngomong apa. Pak Murry, Pak Damir, Pak Anton.. Makasih banyak yah.. jangan dendam sama aizz karena aizz cuma kasih notice-nya cuman dua minggu.

Pak Yudi sama Mas Dwi.. makasih banget udah ngajarin aizz banyak di OSSMas Aria.. maap kalo aiz suka rada kesel sama CR-nya yg (menurut aizz) suka ribet. Aizz tau kok itu CR ribet yang bikin vpo.. tp yg kena omelan aizz malah mas aria.. maaf yah..Pa Irfan yang semangat yah!! Pa irfan itu hebat.. dengan atau tanpa Aizz pasti bisa handle semua job OSS.

Buat semuanya yang ga bisa disebutin satu per satu.. maaf dan makasih yang sebesar-besarnya.. Mudah-mudahan ga bosen jadi partner kerja aizz dan bisa ketemu lagi di kesempatan yang lain.. Kita sama-sama saling mendoakan yah.. Semoga sukses di tempat masing-masing.. Dapet rizki yang berkah dan bisa bermanfaat buat sesama.. Amin

Aizz yakin udah pada bosen nih bacanya.. aizz juga udah capek ngetiknya.. mana udah malem.. masih di kantor dan udah siap-siap mau pulang.. Lagi putu2x sendirian bentar buat kenang2an.. hehe sama update status facebook.. hihihihihi..

overall.. it’s not ‘Good Bye’ .. it’s ‘See You Later’

Wassalamualaykum wr wb

Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in